Aplikasi Free Software untuk Pekerjaan Grafis di Mac

Produk Apple khususnya Mac terkenal nyaman untuk digunakan untuk kebutuhan bekerja sehari-hari maupun untuk berbagai keperluan lainnya seperti untuk hiburan. Sebagai media hiburan pada tingkat tertentu sudah cukup dengan menggunakan berbagai aplikasi bawaannya seperti Photos, Quicktime, dll. Lalu bagaimana untuk keperluan produksi seperti misalnya kebutuhan pekerjaan desain grafis? Untuk pekerjaan profesional memang sebaiknya menggunakan berbagai aplikasi profesional juga. Anda tinggal membeli aplikasi yang ada butuhkan dan bekerja semaksimal mungkin memanfaatkan aplikasi yang anda beli tersebut. Namun ada harga ada rupa. Aplikasi semacam produk-produk Adobe ini harganya mahal.

Terus gimana dong solusinya? Tenang jangan kuatir, anda bisa menggunakan aplikasi-aplikasi open source yang sudah diporting ke Mac. Untuk kebutuhan saya, aplikasi yang dimaksud adalah:

  • Inkscape untuk grafis vektor
  • Gimp untuk grafis bitmap
  • Scribus untuk membuat publikasi cetak
  • Kdenlive untuk mengedit video
  • dan lain-lain

Saya sendiri menggunakan Inkscape untuk kebutuhan pekerjaan sehari-hari. Inkscape bagi saya sudah cukup stabil dan mature. Dapat diandalkan untuk setiap pekerjaan yang saya lakukan. Selain itu format file dari Inkscape ini adalah Scalable Vector Graphics (SVG), format file teks yang serupa dengan SVG yang dirilis oleh World Wide Web Consortium (W3C). Jadi anda dapat menggambar di Inkscape kemudian output file svg-nya dapat dimanipulasi sedemikain menggunakan Javascript untuk membuat sajian interaktif yang dikemas dalam HTML5.

Yang kedua adalah Gimp. Dibanding Inkscape, Gimp relatif jarang saya gunakan. Saya lebih banyak menggambar vektor dibandingkan bitmap atau mengolah fotografi. Inkscape dan Gimp sudah tersedia dalam aplikasi native OS X.

Berikutnya Scribus dan Kdenlive, menurut pengalaman masih kurang bisa memenuhi kebutuhan. Scribus nampaknya masih belum optimal. Sangat rakus memakan sumber daya dan lambat. Kdenlive, selain lambat juga terdapat beberapa komponen yang tidak tersedia/tidak bisa jalan. Jadi untuk kedua aplikasi tersebut lebih baik di jalankan di Linux.

Inkscape/X11/MacPorts
Inkscape/X11/MacPorts
Gimp/X11/MacPorts
Gimp/X11/MacPorts
Scribus/Qt/MacPorts
Scribus/Qt/MacPorts
Kdenlive/Qt/MacPorts
Kdenlive/Qt/MacPorts

Untuk mendapatkan aplikasi-aplikasi open source di Mac anda, ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. Menggunakan aplikasi package management seperti MacPorts, Fink, dan lain-lain.
  2. Googling mencari aplikasi yang dimaksud atau kebutuhannya, bila sudah ada versi OS X nya download dan jalankan di Mac anda.

Aplikasi-aplikasi open source ini kan free. Lalu bagaimana cara “membayarnya” berhubung sudah mendapatkan berbagai manfaat bahkan mendapatkan penghidupan dari aplikasi open source? Menurut hemat saya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah berkontribusi dengan membagikan pengetahuan yang telah anda dapatkan dengan membuat artikelnya di blog, berkontribusi di grup-grup terkait di media-media sosial seperti di Facebook dan lain-lain. Kemudian anda bisa berkontribusi pada projek open source mulai dari bergabung sebagai developer, desainer, atau membuat manual dokumentasi, atau menterjemahkan ke dalam bahasa lokal kita, dan juga tentu saja membayar dalam pengertian memberi donasi uang bila ada. Saya sendiri baru bisa sekedar menulis di blog yang masih banyak kekurangannya ini :)

Nah itu sedikit mengenai aplikasi open source untuk kebutuhan desain grafis. Masih banyak aplikasi-aplikasi lainnya yang bisa anda gunakan untuk berbagai kebutuhan. Demikian, mudah-mudahan ada gunanya.

Widianto Nugroho

Membalikkan Arah Scroll Mouse/Trackpad di Linux Menjadi “Natural Scrolling”

Bagi yang terbiasa dengan suatu pola atau kebiasaan tertentu bila pada saat yang bersamaan juga melakukan pola yang berlawanan untuk aktivitas yang sama maka kita akan mudah tanpa sengaja melakukan kesalahan. Apa sih ini? Begini, ini tentang suatu aktivitas terdengar sepele namun penting, yaitu melakukan scrolling mouse/trackpad.

Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Mac, saat ini Mac secara default arah scroll misal kita membuka suatu web page maka arah dari scroll mouse/trackpad adalah searah. Jadi misal kita scroll ke arah bawah maka page yang kita buka pun akan scrolling ke bawah.

Nah menjadi masalah misalnya seperti yang saya alami di saya bekerja selain menggunakan Mac juga menggunakan Linux. Secara default arah scroll di Linux ini berkebalikan. Tidak seperti Mac yang istilahnya disebut “Natural Scrolling”. Karena porsi bekerja di Mac ini lebih banyak, maka pada saat beralih ke Linux menjadi salah arah. Maksudnya ingin scroll ke bawah malah menggelindingkan ke atas. Arah scroll ini sama halnya dengan apabila kita menggunakan tablet atau smartphone.

Bagaimana solusi untuk ini? Sebetulnya mudah saja kalo diubah di sisi Mac. Seperti pada gambar berkut ini. Tinggal menghilangkan centang pada “Scroll direction: natural”, beres, deh.

Natural Scrolling
Natural Scrolling

Masalahnya adalah saya terbiasa menghabiskan waktu lebih banyak di Mac. Artinya sudah terbiasa dengan cara kerja Mac yang menggunakan pola natural scrolling. Jadi solusinya, Linux-nya yang mengalah. Walaupun jadi lebih ribet, tapi ngga apa-apa lah :)

Baiklah, seperti biasa kita Googling, solusinya berikut ini.

  1. Gunakan perintah xinput list untuk mendapatkan id device mouse
  2. Setelah didapatkan device id, perintah berikutnya xinput list-props {device id} | grep "Scrolling Distance" akan keluar misal: Evdev Scrolling Distance (273): 1, 1, 1
    Pada hasil tersebut nilai 1 dikonversi menjadi angka negatif (-1). Bila angka yang anda dapat misal 10, jadikan -10. Angka ini nanti akan digunakan pada step selanjutnya.
  3. Buat file /usr/share/X11/xorg.conf.d/20-natural-scrolling.conf, dan isilah dengan kode berikut ini:
    Section "InputClass"
         Identifier "Natural Scrolling"
         MatchIsPointer "on"
         MatchDevicePath "/dev/input/event*"
         Option "VertScrollDelta" "-1"
         Option "HorizScrollDelta" "-1"
         Option "DialDelta" "-1"
    EndSection
    

    Perhatikan angka -1

  4. Save file tersebut dan reboot komputer anda. Arah scroll mouse/trackpad akan berubah menjadi natural scrolling.

Catatan: Pada Ubuntu sebetulnya kalau tidak salah ada pengaturan setting ini, pada System Preferences > Mouse/Trackpad. Namun hanya bekerja pada browser. Pada saat misal menggunakan file manager Nautilus, setting ini tidak bekerja.

Demikian dan mudah-mudahan berguna.

Menonaktifkan Keyboard Internal Laptop (ThinkPad Edge E135/Ubuntu)

Brand laptop Thinkpad dikenal dengan keunggulannya yang tahan banting, cocok untuk dipakai dengan perawatan minimum. Kami memberikan laptop Thinkpad, tipe Edge E135 untuk digunakan oleh anak-anak.

Dengan penggunaan oleh anak-anak yang cenderung kurang hati-hati, pada suatu hari terjadilah kejadian satu gelas air teh manis yang tumpah membasahi keyboard. Laptop berhasil diselamatkan, untuk beberapa hari kondisi masih normal seperti biasa. Namun sesudah itu terjadi situasi di mana tombol enter tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Mungkin hal ini karena tipe Thinkpad yang digunakan oleh anak-anak kami ini termasuk kelas low-end sehingga tidak betul-betul tahan banting sebagaimana yang kami bayangkan selama ini. Karena tombol enter ini lumayan penting kedudukannya, maka gangguan yang terjadi yaitu terpijit terus menerus membuat kami mencoba mencari solusi sebisanya. Kami coba mencabut tombolnya dengan pikiran akan kami pasang kembali sesudahnya. Namun pada saat dicabut ternyata patah dan tidak bisa dipasang kembali. Untungnya fungsi tombol enter dapat terus digunakan walaupun tanpa tombol.

2015-06-03 11.21.30
Key “enter/return” lepas

Untuk beberapa bulan, cukup lama juga, hal ini tidak menjadi masalah sampai pada suatu hari kembali terus menerus. Kami rencanakan untuk mengganti dengan keyboard yang baru, namun untuk sementara kami coba menggunakan keyboard eksternal dan menonaktifkan keyboad internal laptop.

Untuk menonaktifkan keyboad internal dari hasil Googling didapatkan cara sebagai berikut:

Perintah xinput digunakan untuk kebutuhan ini. Langkah-langkah yang dilakukan:

  1. Ketikkan xinput list untuk menampilkan list divais input.
    Pada saat dicoba muncul pesan error: Unable to connect to X server.
    Untuk mengatasinya ketikkan perintah: export DISPLAY=:0.0
    Setelah itu xinput list menhasilkan keluaran yang seharusnya.


    widi@SketchPad:~$ xinput list
    ⎡ Virtual core pointer id=2 [master pointer (3)]
    ⎜ ↳ Virtual core XTEST pointer id=4 [slave pointer (2)]
    ⎜ ↳ SynPS/2 Synaptics TouchPad id=12 [slave pointer (2)]
    ⎜ ↳ TPPS/2 IBM TrackPoint id=13 [slave pointer (2)]
    ⎣ Virtual core keyboard id=3 [master keyboard (2)]
    ↳ Virtual core XTEST keyboard id=5 [slave keyboard (3)]
    ↳ Power Button id=6 [slave keyboard (3)]
    ↳ Video Bus id=7 [slave keyboard (3)]
    ↳ Power Button id=8 [slave keyboard (3)]
    ↳ CHICONY HP Basic USB Keyboard id=9 [slave keyboard (3)]
    ↳ Integrated Camera id=10 [slave keyboard (3)]
    ↳ AT Translated Set 2 keyboard id=11 [slave keyboard (3)]
    ↳ ThinkPad Extra Buttons id=14 [slave keyboard (3)]

  2. Temukan AT Translated Set 2 keyboard. Catat no id (pada output di atas id=11) yang akan digunakan untuk menonaktifkan keyboard. Catat pula [slave keyboard (#)]; ini adalah nomor id master yang akan digunakan untuk mengaktifkan kembali keyboard.
  3. Ketikan perintah xinput float <id#>. Untuk output id=11 maka perintahnya adalah xinput float 11, dan keyboard internal pun menjadi tidak berfungsi.
  4. Selanjutnya bila ingin mengaktifkan kembali ketikkan perintah xinput reattach <id#> <master#>. Untuk contoh di atas menjadi xinput reattach 11 3

Catatan, untuk selanjutnya bila anda merestart laptop, anda perlu kembali menjalankan perintah xinput float <id#>. Perhatikan kembali id# yang kemungkinan akan berubah atau tidak sama dengan sebelumnya.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

Data Info ITB 2014

data-info-2014-bag-01-web
Data Info ITB 2014 Bag 1:
– Pendidikan
– Beasiswa
– Anggaran Biaya dan Sumber Dana
– Penelitian dan Kemitraan
– Dosen dan Non Dosen
data-info-2014-bag-02-web
Data Info ITB 2014 Bag 2:
– Lokasi Wireless Network
– Perkembangan Bandwidth dan Pengguna Internet
– Akreditasi

Each year Institut Teknolgi Bandung (ITB) releases facts and figures about various achievements and developments to the general public. Facts and figures, which we call “Data Info ITB” were published in the form of booklet.

This annual publication usually coincide with the anniversary of ITB. Starting this year, in addition to the booklet we also presented the Data Info in the form of infographics.

This is done in the hope to draw more attention, especially from the campus community to examine what is presented and give some feedback.

We just don’t want this publication is only read at a glance and then stored with no impact whatsoever.

The Data Info was designed using Inkscape and several other tools including spreadsheets and its chart creator.

I would like to thank my collaborators/colleague Pelita Fajarhati for providing well prepared data and Aris Triyanto for editing the maps.

Links

Web ITB: http://www.itb.ac.id/about-itb/facts
Infografis ITB: http://infografis.itb.ac.id/tags/data-info-itb-2014

The following is gallery/slideshow of the printed Data Info.

Read more

Live Sketch di Jembatan Pasupati, BSW #18

bsw-pasupati-1-jembatan
Jembatan Pasupati dari arah parkiran Baltos
bsw-pasupati-2-jembatan-bawah
Taman PASUPATI a.k.a Taman Jomblo
bsw-pasupati-3-taman-film
Taman Film

Hari Minggu 12 Oktober 2014 yang lalu, saya mengikuti kegiatan live sketch yang diselenggarakan oleh komunitas Bandung Sketchwalk atau disingkat BSW. Kegiatan ini adalah kegiatan yang ke 18, dan ini adalah kali pertama saya ikut serta setelah sekian lama berkeinginan untuk ikut.

Saya sampai di lokasi pada jam 8 lebih. Terlihat sudah ada peserta yang hadir. Sayapun langsung bergabung. Ibu Hani sebagai koordinator kegiatan memberikan pengarahan mengenai kegiatan ini.

Pertama-tama kami mensket jembatan Pasupati dari arah parkiran Baltos. Kami mengambil posisi mencari sudut pandang yang enak. Setelah matahari agak memanas, kamipun mulai mencari tempat yang agak adem. Beberapa sketser nampak mulai mewarnai karyanya.

Setelah cukup di lokasi parkiran, kami bergerak menuju Taman Jomblo. Saya membuat sket dari bawah jembatan ke arah timur. Setelah puas, pada bagian akhir kami turun menuju Taman Film. Di sini saya membuat satu lagi sket. Total ada 3 buah sketsa yang saya buat.

Environment Untuk Development Web Menggunakan Virtual Machine

Untuk development web dengan platform yang umum digunakan yaitu Apache-MySQL-PHP, kita menginstal ketiga benda tersebut (Apache, MySQL, PHP) berserta dependensinya baik itu pada komputer kita diinstal masing-masing, maupun menggunakan paket semacam MAMP (pada OSX) atau XAMPP (pada Windows).

DIsamping dengan cara tersebut,  bisa dilakukan juga dengan menginstal OS sebagai guest OS dengan mekanisme virtual machine (VM). Atau OS (guest OS) di atas OS lainnya (host). Yah, ada kelebihan dan kekurangannya sih :)

Untuk yang WN lakukan alasannya adalah karena Apache-MySQL-PHP ini tidak ingin menyala terus menerus, sementara tidak ada solusi seperti MAMP atau XAMPP pada komputer yang WN gunakan (Linux). Sebetulnya ada sih caranya, tapi WN pikir dengan instal VM cukup menjawab kebutuhan WN yang kadang-kadang saja butuh.

Baiklah untuk kebutuhan ini aplikasi yang WN gunakan adalah VirtualBox. Pada Ubuntu untuk menginstal lakukan:

# sudo apt-get install virtualbox

Tampilan GUI nya sebagai berikut:

VirtualBox

Read more

Vector Illustration Exercise 101

Untuk kegiatan visualisasi, WN perlu mengupdate kemampuan membuat ilustrasi menggunakan aplikasi grafis vektor, dalam hal ini Inkscape. WN mencoba melakukan trace dari gambar bitmap dengan hasil berikut ini:

Yamaha XJR1300

Yah, masih biasa-biasa aja, harap maklum, masih belajar :)

Di sini WN ingin mencoba teknik tracing untuk mendapatkan garis dan bidang yang kemudian dapat diedit kembali. Tracing garis dan bidang warna dilakukan masing-masing satu kali tracing. Pertama kali trace untuk mendapatkan bidang warna, kemudian dilanjutkan dengan trace garis pada layer di atasnya.

Hasil gambar vector ini WN upload juga di Tumblr mengenai motor yang WN kelola yaitu motokultur.tumblr.com

Berkendara Blusukan Menggunakan Sepeda Motor

Keasyikan dalam menggeluti aktifitas hobi kendaraan roda dua (R2) bisa bermacam-macam bentuknya.

Ada yang menyukai touring atau berkendara jarak jauh, berkelompok maupun solo riding. Menggunakan motor yang dioptimasi untuk touring, dilengkapi boks untuk keperluan menyimpan barang-barang yang diperlukan selama perjalanan.

Ada pula yang menyukai ngebut di sirkuit balap. Menggunakan motor berfairing membalap di akhir pekan, ikut dalam aktifitas istilahnya “trackday”. Aktifitas lain yang berhubungan dengan di antaranya cornering. Di mana keasyikan didapat dari berkendara mereng-mereng di tikungan.

Dan beberapa keasyikan lainnya seperti berkendara melalui jalur ekstrim ataupun off road menggunakan motor trail atau enduro.

Nah, untuk WN sendiri setelah dipikir-pikir dari aktifitas yang selama ini sudah dilakukan, keasyikan didapat dari berkendara blusukan. Berkendara blusukan dilakukan ke daerah-daerah yang tidak terlalu jauh, namun juga jangan terlalu dekat. Melalui jalan-jalan desa atau perkampungan dan menghindari jalan raya.

Read more