Berkendara Blusukan Menggunakan Sepeda Motor

Keasyikan dalam menggeluti aktifitas hobi kendaraan roda dua (R2) bisa bermacam-macam bentuknya.

Ada yang menyukai touring atau berkendara jarak jauh, berkelompok maupun solo riding. Menggunakan motor yang dioptimasi untuk touring, dilengkapi boks untuk keperluan menyimpan barang-barang yang diperlukan selama perjalanan.

Ada pula yang menyukai ngebut di sirkuit balap. Menggunakan motor berfairing membalap di akhir pekan, ikut dalam aktifitas istilahnya “trackday”. Aktifitas lain yang berhubungan dengan di antaranya cornering. Di mana keasyikan didapat dari berkendara mereng-mereng di tikungan.

Dan beberapa keasyikan lainnya seperti berkendara melalui jalur ekstrim ataupun off road menggunakan motor trail atau enduro.

Nah, untuk WN sendiri setelah dipikir-pikir dari aktifitas yang selama ini sudah dilakukan, keasyikan didapat dari berkendara blusukan. Berkendara blusukan dilakukan ke daerah-daerah yang tidak terlalu jauh, namun juga jangan terlalu dekat. Melalui jalan-jalan desa atau perkampungan dan menghindari jalan raya.

DSC04122
Foto pada saat masih mengendarai FU

Sub-keasyikan yang didapat dari berkendara blusukan ini adalah kesasar, atau salah jalan. Nampaknya harus diberi motto: Let’s Get Lost, seperti acara petualangan di Natgeo :)

Motor yang digunakan pun bukan motor touring, cukup motor matic standard, kebetulan adanya motor seperti itu. Motor stock dengan part-part OEM (Original Equipment Manufacturer).

Yuk ah momotoran :)

WN beserta nyonya yang dengan setia menemani, sependek pengalaman sedikit-sedikit berkendara menjelajah di sekitar cekungan Bandung. Beberapa daerah yang sempat diblusukani (atau diblusuki(?)) mudah-mudahan bisa WN ceritakan pada postingan berikutnya.

2 Replies to “Berkendara Blusukan Menggunakan Sepeda Motor”

Leave a Reply