Upgrade Ke Ubuntu Rilis Terbaru Menggunakan Alternate ISO

Melanjutkan posting mengenai upgrade rilis Ubuntu, kini WN coba tuliskan upgrade dengan menggunakan alternate iso.

Alternate ISO

Bila sudah didapatkan iso yang dimaksud, bila berupa CD/DVD langsung saja masukkan ke dalam CD/DVD ROM dan lakukan langkah-langkahnya. Bila masih berupa file iso, bisa diwrite terlebih dahulu maupun langsung letakkan di dalam hardisk. Proses instalasi dapat dilakukan dengan membaca file iso yang di-mount ke dalam filesystem.

Langkah-langkahya sebagai berikut:
Continue reading “Upgrade Ke Ubuntu Rilis Terbaru Menggunakan Alternate ISO”

Upgrade Ke Ubuntu Rilis Terbaru

Melanjutkan posting mengenai Ubuntu, kini WN akan coba sedikit bahas mengenai upgrade, khususnya upgrade dari rilis versi lama ke versi baru.

Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini antara lain dengan cara network upgrade. Untuk network upgrade bisa melalui GUI, maupun melalui command line. Melalui GUI caranya sebagai berikut:

Klik System Settings > Software & Updates

Screenshot from 2013-10-02 11:23:12
System Settings

Continue reading “Upgrade Ke Ubuntu Rilis Terbaru”

Mendownload Font dari Google Font Directory

Untuk pekerjaan desain-mendesain atau mempresentasikan sesuatu yang berupa teks seringkali kita membutuhkan font tertentu. Bila sedang membutuhkan WN biasanya mendapatkannya dari Google Fonts.

Google Fonts
Google Fonts

Kita dapat melakukan pencarian, menelusur, melihat-lihat font yang sesuai dengan kebutuhan dan mendownloadnya. Namun selain mendownload satu-persatu melalui situs Google Fonts tersebut kita dapat pula mendownload semua isi repositori font dalam Google Fonts termasuk source file dan mensinkronkannya dengan menggunakan aplikasi version control terdistribusi Mercurial (lihat http://mercurial.selenic.com).

Continue reading “Mendownload Font dari Google Font Directory”

Mengganti Desktop Ubuntu Menjadi Lubuntu Pada PC Lama

Di rumah kami ada satu unit PC Ubuntu yang belakangan jarang dipakai. Versi terakhir Ubuntu pada PC tersebut adalah 12.04 LTS. PC tersebut pada saat pertama kali diinstal Ubuntu (kalau tidak salah 7.10) masih cukup memadai. Namun seiring berjalannya waktu spek yang ada sudah tidak memadai untuk requirement Ubuntu yang lebih baru. WN berpikir untuk mengubahnya menjadi Lubuntu supaya tidak berat ketika dipakai.

Ubuntu 12.04 Gnome Remix
Sebelum: Ubuntu 12.04 dengan Gnome desktop remix

Lubuntu adalah varian Ubuntu yang menggunakan LXDE (Lightweight X11 Desktop Environment) sebagai desktop environment. Keunggulan LXDE ini adalah ringan dan dapat diinstal pada hardware lama dengan spek yang minimum.

Continue reading “Mengganti Desktop Ubuntu Menjadi Lubuntu Pada PC Lama”

Driver Tambahan untuk ThinkPad E135

Sesudah instalasi Ubuntu pada ThinkPad E135, selain dua hal (perihal UEFI dan Unity) yang perlu dilakukan adalah menginstal driver untuk display dan wireless. Menggunakan driver open source yang generic ternyata kurang bisa berjalan dengan baik maka instal driver proprietary.

Masuk ke System Settings > Software & Updates

Driver tambahan

Pilihlah driver yang tersedia, klik “Apply Changes” maka apt-get akan mendownload dan menginstal paket-paket yang dibutuhkan.

Sesudah itu nyuz, makyuz. O ya jangan lupa memori tambah menjadi 4GB, sudah cukuplah :)

Kembali Menginstal Ubuntu

Screenshot from 2013-06-22 20:49:09

Sedikit berbagi cerita lagi tentang Ubuntu, khususnya pengalaman menginstal Ubuntu pada ThinkPad E135 wn.com. Sebagai catatan, artikel ini tidak membahas secara khusus step by step mengenai instalasi Ubuntu karena wn.com yakin ada banyak artikel yang lebih mendalam di luar sana. Lagi pula IMHO, menurut wn.com proses instalasi Ubuntu dan Linux pada umumnya sudah sangat mudah, tinggal ikuti saja step-by-step-nya.

Continue reading “Kembali Menginstal Ubuntu”

Memilih Ubuntu

Baik, melanjutkan posting sebelumnya, wn.com ingin menulis sedikit tentang keputusan memilih versi Ubuntu untuk keperluan laptop yang akan wn.com gunakan sehari-hari. Pada saat laptop ini akan diinstal OS, versi Ubuntu yang ada adalah 12.04 untuk Long Time Support (LTS), dan 13.04 untuk non-LTS. LTS artinya mendapatkan support dari Canonical lebih lama dari non-LTS.

wn.com memutuskan untuk menggunakan versi 13.04 karena di antaranya satu hal: berdasarkan pengalaman menggunakan 12.04 aplikasi pengolah gambar GIMP yang ada pada Ubuntu versi tersebut belum mensupport grouping layer. Hal ini penting karena wn.com perlu kompatibilitas untuk bekerja dengan file-file PSD yang sudah ada grouping layer. wn.com kurang tau dan belum pernah mencoba apakah dapat menginstal versi aplikasi yang lebih atas pada Ubuntu atau Linux pada umumnya diluar yang tersedia pada package management dari Linux yang bersangkutan. So, akhirnya diinstallah 13.04 Raring Ringtail di laptop ThinkPad wn.com

Ini dia skrinsut-nya, wallpaper nyomot dari ktm.com :)

Screenshot from 2013-06-22 20:38:54

Laptop Baru

Sudah tiga bulan ini widiantonugroho.com/The Sunday Painter (wn.com/tsp) menggunakan laptop baru. Laptop yang dimaksud adalah Lenovo ThinkPad Edge Series E135. Tipe laptop ThinkPad yang wn.com/tsp beli ini adalah laptop low-end dan budget-friendly dengan processor AMD. Sebelum menggunakan laptop ini wn.com/tsp telah lama menggunakan laptop Mac (iBook dan MacBook), sudah kurang lebih sepuluh tahun lamanya.

Untuk sistem operasi (OS) wn.com/tsp menginstal OS dari keluarga Linux, OS turunan dari Debian yaitu Ubuntu versi 13.04 (Raring Ringtail). Sebelumnya selama menggunakan Mac, wn.com/tsp juga menggunakan Linux, khususnya untuk keperluan yang mendukung pekerjaan dan juga untuk keperluan sehari-hari keluarga di rumah. Banyak hal menarik dari kepindahan sepenuhnya menggunakan Linux ini, khususnya untuk wn.com/tsp pribadi yang bekerja di area non-teknikal. Lebih jauh tentang hal ini akan wn.com/tsp tuliskan pada posting-posting selanjutnya. Mudah-mudahan bisa sedikit berbagi pengalaman yang tidak seberapa ini :)

Berikut ini penampakan di ThinkPad yang wn.com/tsp foto menggunakan Instagram dan dipost ke beberapa layanan socmed lainnya:

#thinkpad